Serangan Wabah Tomcat

11:07 PM
Serangan Wabah Tomcat adalah salah satu serangga yang sangat berbahaya. Gigitan tomcat ini, bisa menyebabkan demam, luka gigitan yang menyebar seperti luka bakar dan bekas lukanya yang sulit untuk dihilangkan. Serangga tomcat belakangan menghebohkan masyarakat karena menyerang warga Surabaya. Korban serangan tomcat mengalami dermatitis, kulitnya seperti melepuh, mengeluarkan cairan, dan merasa gatal.
Surabaya – Serangga Tomcat yang menyerang warga Apartemen Eastcoast Laguna Indah, Pakuwon City ternyata serangga predator. Tomcat merupakan sahabat petani untuk mengusir dan memakan jenis kutu dan hewan kepik hama padi.
Hal ini diungkapkan Kabid Pertanian dan Kehutanan Dinas Pertanian Kota Surabaya, Alexander. Ia menerangkan bahwa Tomcat merupakan musuh alami dari hama wereng.
Serangan Wabah Tomcat
“Tomcat itu serangga predatornya tanaman padi atau musuh alami dr wereng dan kepik,” kata Alexander saat dikonfirmasi detiksurabaya.com, Jumat (16/3/2012).
Serangga yang menyerang warga Laguna ini, lanjutnya, seringkali muncul saat usai masa panen padi dan tebu. Kisaran Maret menuju April, Tomcat yang berbentuk semacam semut bersayap ini muncul.
Dari nama nya sih bagus,keren, dan nggak nyangka kalau memang itu adalah sebuah nama hewan yang bentuknya seperti semut namun mempunyai ujung yang runcing.
Hewan bewarna oranye hitam, ini bisa terbang dan apabila bersentuhan dengan ” makhluk penghuni  baru surabaya” ini orang tersebut akan terinfeksi cairan racunnya.
Namun jika sampai menyerang warga, ini sudah menjadi wabah. Seperti yang terjadi pada Maret 2011 silam. Warga yang tinggal di kawasan Rungkut Penjaringan Sari dan Kenjeran juga mengalami serbuan Tomcat.
Tomcat seringkali muncul saat hari menjelang petang. Saat itu warga menyalakan penerangan lampu.
“Tomcat memang muncul dengan seiring nyala lampu. Kata orang desa, menyebutnya upas, muncul setelah maghrib dengan mengeluarkan toksin atau racun,” tambahnya.
Cairan dari Tomcat yang mengandung racun inilah yang menyebabkan kulit menjadi seperti kena cacar air. Jika sudah terlanjur terkena racunnya, jangan digaruk ataupun dipencet dan segera pergi ke dokter.

Sekilas mengenai Tomcat
Serangan Wabah Tomcat Tomcat tidak mengigit ataupun menyengat. Tomcat akan mengeluarkan cairan otomatis bila bersentuhan atau berbenturan dengan kulit manusia. Gawatnya, Tomcat juga akan mengeluarkan cairan racunnya ini pada benda-benda seperti baju, handuk, atau benda-benda lainnya.
Dalam tubuh Tomcat, terdapat cairan yang diduga 12 kali lebih mematikan dari bisa ular kobra sekalipun! Cairan hemolimf atau toksin ini disebut sebagai aederin.
Serangan Wabah Tomcat
Apa penyebab dari serangan Tomcat di Surabaya ini?
Serangan Wabah Tomcat - Wawan Some selaku aktifis lingkungan di Surabaya pada Kamis (15/3) menyampaikan bahwa serangan Tomcat ini merupakan bukti kuat bahwa lingkungan di sekitar apartemen itu mengalami kerusakan. Tomcat merupakan salah satu jenis serangga yang hidup di hutan mangrove di kawasan Pamurbaya.
Apartemen East Coast berada di bibir pantai kawasan Pamurbaya. Dan kawasan hutan Mangrove yang sudah gundul itu berada di belakang apartemen elit tersebut. Tempat tinggalnya rusak dan kemudian menyerang ke pemukiman manusia, merupakan hal yang masuk akal.
Wawan menambahkan bahwa serangga Tomcat biasanya menjadi makanan burung. Populasi burung yang sudah berkurang menyebabkan populasi serangga ini menjadi tak terkontrol dan menyerang perumahan manusia.
Dan penyebab rusaknya lingkungan itu diyakini Wawan karena reklamasi pantai dan pembalakan liar. Akibatnya, lahan yang digunakan untuk menanam Mangrove menjadi sempit.
Untuk itu, pihak Distan rencananya akan meninjau ke Apartemen Eastcoast Laguna Indah, Pakuwon City, sore ini. Kalau perlu, pihak Distan akan melakukan penyemprotan jika benar Serangga Tomcat menyerang warga apartemen.
Diberitakan sebelumnya, beberapa warga yang tinggal di Apartemen Eastcoast diserbu serangga beracun. Sejak Selasa (13/3/2012)Ida Yanti (42) baby sitter yang tinggal di lantai 1 Eastcoast mengalami luka merah semacam luka bakar di bagian muka, tubuh dan lengan. Setelah diperiksa, luka gatal-gatal yang juga menimbulkan luka panas ini ditimbulkan oleh cairan beracun Serangga Tomcat.
Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemkes) telah melakukan sejumlah upaya dalam mengatasi wabah kumbang tomcat, yang menyerang berbagai wilayah Indonesia. Sejumlah wilayah juga telah melakukan penanggulangan dan persiapan menghadapi wabah ini.

Tjandra Yoga, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kemkes, dalam konferensi pers “Fenomena Serangga tomcat”, di Jakarta, Senin (26/3), menjelaskan tim Kemkes, Dinas Provinsi Jawa Timur, dan Dinas Kesehatan Surabaya, telah melakukan investigasi penderita di wilayah Kota Surabaya.

Menurutnya, telah dilakukan sejumlah sosialisasi kepada masyarakat untuk melakukan personal action berupa pencegahan pribadi dan penanggulangan. Kemenkes juga telah melakukan sosialisasi kepada petugas Puskesmas dan menyediakan sejumlah fasilitas di Jawa timur agar siap melayani kasus.

Tjandra yoga mengatakan, Kemkes telah membuat surat edaran Dirjen PP dan PL ke Dinkes Provinsi, Unit Pelaksana Teknis (UPT), agar segera melakukan upaya terkait pencegahan.
 

Selain itu, menurut Tjandra, Kemkes juga melakukan koordinasi dengan Kementrian Pertanian, dalam upaya mengendalikan tomcat berdasarkan informasi penelitian terbaru
 (evidence based).

Sejumlah wilayah yang terkena tomcat juga segera melakukan pembenahan baik pencegahan maupun penanggulangan.

Dinkes Bekasi telah melaksakan Penyelidikan Epidemiologi (PE), penyuluhan, pengobatan, dan surat edaran ke Puskesmas. KKP Mataram telah melakukan penanggulangan di bandara dan lokasi persawahan.

Di Yogyakarta, Dinkes bersama Dinas Pertanian melakukan pernanganan kasus dan penanggulangan serangga. Di Jakarta, telah diadakan penyuluhan kepada masyarakat dan kesiapan fasilitas kesehatan.

Tjandra mengimbau masyarakat yang telah terkena ataupun berpotensi terkena agar tidak perlu risau dan khawatir berlebihan, karena pada dasarnya tomcat hanya mengganggu, tidak mematikan.
 [WS]


Referensi:

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

COMMENT BOX EmoticonEmoticon